Sidoarjo, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo resmi mengumumkan daftar penerima Program Beasiswa Pemkab Sidoarjo Tahun 2026. Sebanyak 4.000 pelajar dan mahasiswa dinyatakan lolos sebagai penerima bantuan pendidikan tersebut.
Peserta yang dinyatakan lolos dapat mengecek nama mereka melalui laman resmi beasiswa.sidoarjokab.go.id. Selain itu, para penerima juga diminta segera melengkapi berkas persyaratan paling lambat hingga 18 Mei 2026.
Sebelumnya, proses pendaftaran program beasiswa telah dibuka mulai 1 hingga 28 Februari 2026. Saat ini, tahapan seleksi calon penerima telah selesai dilakukan
Pengumuman penerima beasiswa tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Bupati Sidoarjo Nomor 100.3.3.2/251/438.1.1.3/2026 yang telah ditandatangani Bupati Sidoarjo, H. Subandi. SH, MKn
Para pendaftar nantinya dapat melakukan pengecekan nama penerima secara mandiri melalui laman tersebut. Selain itu, penerima juga diminta melengkapi sejumlah persyaratan tambahan yang dibutuhkan
Program beasiswa tersebut terbagi dalam beberapa kategori. Yakni 1.500 penerima untuk anak yatim jenjang SD hingga SMP sederajat, 1.000 penerima untuk anak yatim SMA dan mahasiswa kurang mampu, 1.000 penerima kategori prestasi akademik maupun nonakademik, serta 500 penerima dari bidang keagamaan. Total keselurahan penerima biasiswa sebanyak 4.000 orang
Bupati Sidoarjo, H. Subandi mengatakan Sebanyak 4.000 penerima dipastikan akan memperoleh bantuan pendidikan yang menjadi salah satu program unggulan Bupati dan Wakil Bupati Sidoarjo dalam mendukung peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).
Program beasiswa ini menjadi salah satu bentuk komitmen Pemkab Sidoarjo dalam mendukung akses pendidikan bagi pelajar dan mahasiswa, khususnya mereka yang membutuhkan bantuan untuk melanjutkan pendidikan.
“Alhamdulillah, bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional kemarin, saya telah menandatangani SK Penerima Beasiswa Pemkab Sidoarjo Tahun 2026. Ini adalah komitmen kami untuk terus mendukung mimpi anak-anak hebat di Sidoarjo,” ujar H. Subandi, Rabu (13/5/2026).
Masih menurut Bupati Sidoarjo, H. Subandi berharap bantuan pendidikan tersebut dapat menjadi penyemangat bagi para penerima untuk terus belajar dan berprestasi.
“Semoga bantuan ini menjadi penyemangat belajar dan barokah bagi masa depan kalian. Terus berprestasi dan bangun Sidoarjo kita tercinta,” tambahnya.
Melalui program ini, Pemkab Sidoarjo berharap semakin banyak generasi muda yang memperoleh kesempatan pendidikan lebih baik dan mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Sidoarjo.
Pemkab Sidoarjo juga memastikan, program beasiswa akan terus menjadi salah satu prioritas dalam mendukung sektor pendidikan dan pemerataan akses belajar bagi masyarakat.
Program beasiswa tahun 2026 merupakan bagian penting dari komitmen politik kepala daerah yang harus direalisasikan dengan penuh tanggung jawab. Ia menyebut, program ini merupakan salah satu janji kampanye Bupati dan Wakil Bupati Sidoarjo yang wajib diwujudkan secara konkret dan terukur.
Wakil Ketua Komisi D DPRD Sidoarjo, H. Bangun Winarso mengarakan “Program beasiswa ini adalah janji politik yang harus ditepati. Karena itu, implementasinya tidak boleh asal-asalan. Harus tepat sasaran, sesuai aturan, dan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Bangun.
Menurutnya, salah satu kunci utama keberhasilan program ini terletak pada kualitas data penerima manfaat. Ia menekankan bahwa data yang digunakan harus akurat, valid, dan telah melalui proses verifikasi yang ketat sesuai dengan ketentuan dalam Peraturan Bupati (Perbup) yang berlaku.
Bangun mengingatkan bahwa kesalahan dalam pendataan berpotensi besar menyebabkan program tidak efektif bahkan menimbulkan kecemburuan sosial di masyarakat. Oleh karena itu, ia meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang terlibat untuk bekerja secara profesional dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian.
“Verifikasi dan validasi data harus dilakukan secara serius. Jangan sampai ada penerima yang tidak berhak justru mendapatkan bantuan, sementara yang benar-benar membutuhkan malah terlewat,” tegasnya.
Ia juga menambahkan, setiap OPD harus menjalankan tugasnya sesuai dengan bidang masing-masing serta memastikan proses seleksi penerima berjalan transparan dan dapat dipertanggungjawabkan. Sistem pendataan yang baik, lanjutnya, akan menjadi fondasi kuat dalam memastikan keberhasilan program.
Lebih jauh, Bangun menilai bahwa dampak dari program beasiswa tidak hanya bisa dilihat dari jumlah penerima semata.
Menurutnya, keberhasilan program harus diukur melalui indikator pendidikan yang lebih luas, seperti meningkatnya Harapan Lama Sekolah (HLS), Rata-rata Lama Sekolah (RLS), serta bertambahnya jumlah masyarakat usia produktif yang mampu mengakses pendidikan tinggi.
“Kalau program ini berjalan baik, maka indikator pendidikan kita akan ikut meningkat. Ini yang harus menjadi target bersama, bukan sekadar mengejar kuantitas penerima,” ungkapnya.
Hal senada disampaikan oleh Anggota Komisi D DPRD Sidoarjo lainnya, Wahyu Lumaksono S.Pd. Ia menilai program beasiswa merupakan salah satu langkah strategis dalam mewujudkan pemerataan pendidikan di Kabupaten Sidoarjo.
Menurut Wahyu, program ini memiliki peran penting dalam membuka akses pendidikan yang lebih luas, khususnya bagi masyarakat dari kalangan kurang mampu yang selama ini menghadapi kendala biaya.
“Program ini sangat penting untuk pemerataan pendidikan. Kita ingin semua anak di Sidoarjo punya kesempatan yang sama untuk melanjutkan pendidikan hingga jenjang perguruan tinggi,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa keberhasilan program sangat bergantung pada kualitas proses verifikasi data. Oleh karena itu, ia mendorong agar proses seleksi penerima dilakukan secara lebih selektif dan akurat.
“Data harus benar-benar valid. Jangan sampai program yang baik ini justru tidak tepat sasaran,” tegasnya.
Wahyu turut mendorong agar jumlah penerima beasiswa dapat terus ditingkatkan setiap tahunnya. Dengan cakupan yang semakin luas, ia optimistis program ini akan memberikan dampak yang lebih besar terhadap peningkatan kualitas pendidikan di Sidoarjo.
“Kami berharap ke depan jumlah penerima semakin banyak. Dengan begitu, semakin banyak anak-anak yang bisa melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi,” imbuhnya.
Lebih jauh, ia menilai bahwa program beasiswa ini dapat menjadi salah satu pilar utama dalam membangun masa depan pendidikan Sidoarjo yang lebih inklusif dan berkeadilan. Ia berharap tidak ada lagi anak-anak yang terhambat mengenyam pendidikan hanya karena keterbatasan biaya.
“Pendidikan adalah investasi jangka panjang. Kalau kita ingin Sidoarjo maju, maka kita harus serius membangun sektor pendidikan,” pungkasnya.
Dengan komitmen kuat dari DPRD serta dukungan berbagai pihak, program beasiswa Pemerintah Kabupaten Sidoarjo tahun 2026 diharapkan tidak hanya menjadi agenda rutin tahunan, tetapi juga menjadi solusi strategis dalam menciptakan generasi muda yang unggul, berdaya saing, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Ke depan, sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, institusi pendidikan, serta masyarakat menjadi faktor kunci dalam memastikan keberhasilan program ini. Transparansi, akuntabilitas, dan keberpihakan kepada masyarakat yang membutuhkan harus menjadi prinsip utama dalam setiap tahap pelaksanaannya.
Jika seluruh mekanisme dapat berjalan sesuai harapan, maka program beasiswa ini tidak hanya akan meningkatkan angka partisipasi pendidikan, tetapi juga menjadi motor penggerak dalam menciptakan pemerataan kesejahteraan dan kemajuan daerah secara berkelanjutan. (ADV/Han)












